Bachroem Bemarsam and Budiyanti Bursjah aren't only My Parents, but they're my angels, my soulmates, my navigators, my saviors, MY EVERYTHING! proud to be they first daughter :*
Jumat, 05 Juli 2013
3 Years Later and "It's Beginning"
finally back home..
setelah capek berkutat dengan tugas-tugas kuliah dan PKL yang melelahkan, akhirnya hangatnya kasurku yang menurutku empuk bisa aku rasakan juga.
"bullshittt"
suaraku tercekat mengingat pertemuan yang tidak sengaja dan tidak pernah aku inginkan.
hari ini aku tidak sengaja bertemu dengan dia..
dia..
dia Han Yong Hwa..
orang yang selama 3 tahun terakhir ini jadi obsesi dan berusaha mati-matian aku hapus dari memori ingatanku.
ingatanku tiba-tiba melayang pada kejadian saat pertama aku bertemu Yong Hwa 3 tahun lalu.
1st Days on Winter Camp di Lembang.
" hiii thank you for the picture" kataku sembari sedikit membungkuk dan tersenyum semanis mungkin padanya tapi Yong Hwa hanya berlalu tanpa sepatah katapun apalagi senyum.
"ok cowok sombong, siapa juga yang mau kenal dengan lo!!!" sungutku dalam hati.
Yong Hwa berasal dari Korea Selatan, aku bertemu dengannya pada suatu acara yang bisa disebut perkumpulan 2 negara.
yang aku tahu dia staff dan tidak ikut serta dalam kegiatan kelompok.
Yong Hwa terlihat sombong, angkuh, cuek, dingin melebihi seorang Farrel dalam Cinta Fitri atau Edward Cullen si Vampire.
saat itu juga aku benci padanya, rasa benci yang timbul karena jengkel karena ucapan terimakasihku yang aku ucapkan dengan tulus tidak digubris olehnya.
OK!!waktu itu hanya ketidaksengajaan, ceritanya Kak Rino yang membawa kamera karena dia panitia sama sepertiku sibuk mengambil foto, lalu aku yang sedang berjalan dengan Lisa yang juga panitia, langsung berlari ke arah Kak Rino dan sibuk mengambil angle terbaik kami untuk difoto *narsis girls.
saat itu Yong Hwa lewat, Kak Rino lalu meminta Yong Hwa untuk berfoto bersama kami, setelah itu aku mengucapkan terima kasih dengan seluruh harga diri yang aku punya tapi malah menjadi musibah untukku.
2nd Days on Winter Camp.
hari ini hari kedua aku mengikuti acara, kelompokku memilih untuk mengikuti kelas drama korea yang sudah berlangsung tadi malam dan magician yang akan kami ikuti hari ini.
aku datang sendiri ke kelas yang paling ujung dari denah lokasi, aku terlambat karena harus mengambil sesuatu dari kamar.
daaannnn!!!
voilaaaa...
ada apa ini?? cowok menyebalkan yang bernama Yong Hwa ternyata menjadi translator dan helper di kelas yang kelompokku ikuti.
"bagusss" keluhku dalam hati.
terbayang peristiwa kemarin yang membuatku benci ampun-ampunan padanya.
kuikuti acara itu dengan setengah hati.
tapi heyy..
kenapa hanya kelompok kami yang mengikuti kelas ini, padahal harusnya ada 2 atau 3 kelompok lain yang bergabung bersama kami.
karena tempatnya lesehan aku segera memilih duduk di belakang punggung Kak Fian, ketua kelompok kami.
aku malas duduk di sebelah Kak Fian karena Yong Hwa tepat duduk di tempat aku seharusnya duduk, bersebelahan Kak Fian..
aku melihat dia sedang sibuk menyiapkan dua buah karet gelang dan dua buah sedotan, mungkin untuk trik sulap yang akan diajarkan oleh Ji Eun Oppa.
“seru kan??” tanya Kak Fian setengah berbisik.
Aku hanya tersenyum tepatnya tersenyum kecut.
Bagaimana bisa aku menikmati kelas ini kalau di dekatku ada makhluk gaib menyebalkan, rasa kantuk mulai menyergapku, setengah sadar kuikuti kelas ini.
Ji Eun Oppa masih terus mempertunjukkan trik-trik sulapnya di depan kelas.
‘kamu ngantuk ya??” tanya Kak Fian lagi.
“hehe” aku hanya bisa cengar cengir.
“kapan selesai kak?? Masih lama ya??” aku balik bertanya.
“sabar ya, coba liat seru kan sulapnya” Kak Fian mencoba menenangkanku dan aku mengangguk.
Tiba saat kelompok kami mencoba trik trik yang sudah Ji Eun Oppa berikan (sungguh sulap atau magic atau apapun namanya hanya trik-trik, sebenarnya aku tidak terlalu suka karena menurutku hanya bagian membodoh-bodohi orang lain, jelas saja iya!! Aku pernah mempunyai teman yang ahli dalam bidang ini dan dia bilang untuk mempelajari sulap memerlukan biaya yang besar karena peralatannya yang mahal ).
Dua sedotan itu di lilit-lilit satu sama lain lalu dengan ajaib bisa terlepas, Ji Eun Oppa mengajari kami step by step.
“come closer” tiba-tiba Yong Hwa berkata kepadaku.
Dia memintaku untuk duduk disebelahnya karena dia akan mengajariku, tetap aku menjaga jarak dengannya.
Aku melihat caranya memutar sedotan itu, lalu dia memberi aba-aba lagi agar aku makin mendekat
Ji Eun Oppa mengajari 4 anggota kelompokku yang lain sementara Yong Hwa mengajariku dan Kak Fian (huuaaa, bukankah part ini benar-benar menyebalkan, kenapa siiihhh harus Yong Hwa, lagiiii!!!!).
Tapiii, beberapa kali Yong Hwa tersenyum (tersenyum sangat manis dan terlihat ramah, mungkin ini yang sedikit mengubah perspektifku).
Kembali semua kelompok berkumpul di aula, karena malam ini terakhir kami harus menyiapkan sebuah pertunjukkan yang sudah kami ikuti di kelas.
DRAMA vs magician.
“ please god, drama, drama, drama ajjaaaa!!” pintaku dalam hati.
Kelompokku malah memilih magician *damn, whatta the hell!!
Mempelajari teknik sulap memerlukan kecepatan tangan dan kemampuan berakting yang perfect, sementara aku??
Rasanya jauh dari kriteria itu..
“show it to me” Yong Hwa memintaku untuk menunjukkan trik sulap yang sudah diajarkan kepadaku di depannya.
“is it right??” tanyaku setelah menunjukkan kepadanya.
Dia tersenyum sambil mengangkat kedua jempolnya.
“Daebak!”
Pertunjukkannya berjalan lancar, secara pemula mungkin aku bisa dinilai cukup berbakat untuk membawakan trik sulap hati yang ketika di sembunyikan di tanganku berubah menjadi lebih besar. (benar-benar menipu :p).
Aneh!! Saat itu aku melihat Yong Hwa sedikit berubah sikap padaku, dia lebih ramah dan terlihat lebih mudah tersenyum walaupun tetap irit bicara. beberapa kali dia memintaku untuk memainkan trik sulap yang akan aku mainkan, dia ingin memastikan apakah aku sudah mulai lancar memainkannya dan setelah acara itu selesai aku masih sempat meminta foto berdua.
Dia memilih angle berdiri di dekatku dan aku dapat merasakan tangannya ditaruh di pinggang ku hahahaha..
Dan saat larut malam, karena Evan tidur sekamar dengan Yong Hwa, aku membuntutinya.
Aku penasaran ingin melihat seperti apa Yong Hwa ketika terlelap tidur karena menurut Evan, Yong Hwa mengorok keras. (apakah ini benih-benih cinta?? Well see :D)
3rd Days on Winter Camp.
Hari ini adalah hari terakhir Winter Camp, sedikit sedih mungkin karena aku mulai menikmati saat-saat mencuri pandang pada Yong Hwa.
Gayanya yang dingin selalu bisa menyihirku (he is my type?? maybe…)
Saat makan pagi, makan siang dan saat kegiatan yang lain, aku selalu bisa menangkap bayangannya di dekatku padahal sebelumnya sosok itu sangat “invisible”, bahkan aku tidak tahu kalau seorang Yong Hwa itu hadir di camp ini.
Saat makan siang contohnya, dia mendekati setiap meja, lalu kami bertemu pandang, aku tersenyum dan dia balas tersenyum dengan alis yang diangkat.
Lalu saat aku mencari-cari sosoknya yang biasanya duduk di meja staff, ternyata sepertinya dia tahu aku sedang mencari-cari karena dia duduk di kursi panjang depan aula yang berseberangan dengan ruang makan.
(he caught me!! damn :D)
Kalau dihitung-hitung kami sering bertemu pandang, mungkin dia bisa merasakan aku punya perasaaan lain terhadapnya. (entahlah…..)
Acara berlanjut ke sesi foto, dan seperti biasa kami, orang-orang indonesia selalu kalap untuk bisa mengabadikan foto-foto kami dengan orang-orang Korea.
Aku beranikan untuk meminta foto lagi kepada Yong Hwa, foto pertama kami duduk dan kedua aku memintanya berdiri.
Dia meletakkan tangannya di belakang pinggangku dan aku mendekat padanya,
Seorang temannya yang berdiri didepan kami, menggoda Yong Hwa.
Setelah itu aku meminta alamat emailnya, dia menulis di hp ku dan menyuruhku untuk mengiriminya email.
Acara berakhir hari itu, separuh jiwaku tidak pergi seperti saat aku bertemu dengan team korea sebelumnya, tapi sosok Yong Hwa malah berubah drastis dihadapanku dan melekat kuat di hatiku.
Perlahan aku duduk di sisi ranjang, pertemuan itu sudah berlalu hampir tiga tahun yang lalu, kehidupan terus berjalan begitupun hidupku.
Tapi hari ini semua berubah, berawal ketika aku yang sedang terburu-buru menabrak seorang lelaki. Padahal saat itu aku harus kembali ke kampus setelah menyelesaikan tugas PKL ku di hotel yang menjadi tempat praktekku.
Semua barang yang ada di tasku jatuh berantakan, aku sempat mengerutuk sembari mengambil barang-barang yang jatuh dan kertas-kertas berhamburan, lelaki itu ikut membantuku
ketika aku mengangkat muka, lelaki itu berkata “I’m sorry”.
betapa terkejutnya aku, sosok itu Yong Hwa..
“Yong Hwa??” bibirku tiba-tiba kelu dan aku mematung
“Mona??” katanya lirih sama-sama terkejut melihatku
Akkhhh dia ingat aku, DIA INGAT NAMAKU!!!
Aku tidak menyangka..
Ooohhh tuhhhaaannn, Thanx God.
“is it you Yong Hwa??” tanyaku.
“ yes! this me, wow there's a big surprise, don’t you forget me??”tanyanya balik.
Aku tersenyum manis sembari menggeleng (bagaimana bisa aku melupakanmu Yong Hwa jika selama ini kamu yang aku tunggu, sosok impianku, sosok pangeran yang aku tunggu, sosok seperti Edward Cullen yang selalu aku impikan, lebih dari itu kamu obsesiku Yong Hwa..).
Yong Hwa mengajakku untuk berbincang sejenak di coffee shop di lobby hotel, ternyata dia kembali kesini karena ada proyek dari kerjaannya di sini.
Dan entah kebetulan atau sebuah pertanda, dia juga menginap di hotel tempat praktekku.
Rencananya tiga bulan Yong Hwa akan tinggal disini, dan hari ini hampir satu setengah bulan dia ada di Bandung.
Kami sering menghabiskan waktu bersama, malam ini dia berjanji akan memberikan surprise kepadaku.
Kami pergi ke cafe di Dago atas, disana ada live music dan Yong Hwa terlihat tidak seperti biasanya
gelisah dan bicaranya selalu salah.
“what's wrong with you??” tanyaku.
“no, no, no, I’m ok”.
“really??but I think something wrong with you” kataku sembari mengeluarkan jurus flirting yang diajari Kak Vina padaku, cukup ampuh, aku terlihat sedikit naughty di depannya haha..
“Where have you been? why don't you keep your promised to keep contact with me?
"sorry" sahutku pelan dan berusaha mengalihkan pandanganku ke arah lain. bukannya aku tidak mau Oppa, tapi tetap berhubungan denganmu walau di email hanya aku membuatku makin berharap padamu.. pada suatu ketidakpastian dan itu yang sangat aku benci.
Diam, hening…..
Musik jazz yang dibawakan oleh band di café itu tetap mengalun tapi suasana tiba-tiba menjadi hening.
5,6,7 menit…
Kami sama-sama diam seperti patung..
dia berdiri lalu menarik tanganku..
aku seperti terbius mengikuti langkahnya..
dia mengulurkan tangannya dan mengajakku berdansa.
lama kami terdiam dalam kekikukkan masing-masing.
"saranghae...." tiba-tiba dia berbisik lembut di telingaku
"nan neomu saranghamnida" Oppa mencoba menyakinkanku
aku tak bisa menutupi keterkejutanku.
"aku cinta kamu..."katanya lagi dengan bahasa indonesia yang terbata-bata
aku terus menatap matanya.
"don't ever go away...."
"again..." aku hanya bisa berkata seperti itu
dia menggeleng sambil tersenyum manis, senyum yang selalu aku rindukan selama ini bahkan lebih manis dari yang pernah kulihat..
Oppa terus berdansa, merangkul tubuhku dan menggenggam erat tanganku..
tidak ada sepatah katapun yang keluar tapi aku bisa merasakan nafasnya..
dia mencium keningku...
" pasrahkan semua hatimu...
mencintaikuuuu...
ini cinta terakhir...
yang ingin kurajut hanya dengan kamuuu..
walau ini susah..
akan aku tempuh..
semua perjalanan.."
musik berganti menjadi lagu anang-syahrini, cinta terakhir..
"ahhh Oppa, andai kamu tahu arti lagu ini" kataku dalam hati sembari tersenyum padanya..
setelah itu, mungkin inilah awal dari semuanya..
bukan ketika kami bertemu di camp...
...and it's beginning...............
Senin, 01 Juli 2013
1st of july, 1st of my new life
undescrible feelings..
itu yang aku rasa hari ini, gak ngerti kenapa.. gak jelas
tiba-tiba seharian kayak orang bego, linglung
mungkin karena tadi pagi tiba-tiba ngeliat orang yang pake baju tentara kali yaa..
rasa kangen ke papa tiba-tiba dateng dan rasanya rany gak bisa nahan air mata, apalagi kalo inget hari ini tuh hari pertama aku nutup aurat alias pake hijab
gak kerasa udah setaun aja rany pake kerudung, alhamdullilah Ya Allah. terimakasih untuk hidayahmu yang luar biasa, semoga rany selalu bisa istiqamah :)
banyak yang nanya kenapa akhirnya rany bisa pake kerudung dan jawabannya gak akan semudah masang kerudung tiap hari :)
bisa dibilang keinginan buat nutup aurat itu udah ada dari lama, inget deh dulu waktu SMA.. tiap hari jum'at rany pake kerudung. jadi ceritanya kerudung jum'at =))
tapi keinginan buat tetep gaya, pake hotpants, punya rambut panjang lebih besar daripada pake kerudung :)
sampe suatu hari, dimana papa dipanggil Allah SWT kembali ke pangkuanNYA.
hari itu tanggal 30 juni 2012 hari sabtu jam 03.35am di RS Dustira ruang ICU ranjang no. 03, saat semua orang masih berada diperaduannya. saat adzan shubuh di kumandangkan untuk panggilan shalat. Allah SWT manggil papa untuk selama-lamanya
waktu itu cuma bisa nangis sambil mandangin muka papa, masih berharap kalo ini cuma mimpi. dan masih berharap papa masih bisa ngelihat kita berhasil
tapi ternyata itu kenyataan :)
rany cuma bisa nangis ngeliat papa, cuma bisa nangis pas nyium dahi papa yang dingin, cuma bisa nangis kalo rany inget rany masih banyak salah sama papa dan belum sempet bahagiain beliau
rasanya tuh dunia runtuh, rany sempet kok benci sama Allah SWT. tapi banyak yang ngingetin rany kalo rany gitu kasian ke papanya, papa pasti terbebani disana. sementara papa disana udah bahagia, harusnya rany bisa dengan ikhlas ngelepasin papa. karena kalo dipikir-pikir daripada papa sakit-sakitan di dunia, lebih baik papa bahagia dan sehat disana.
rany selalu yakin, papa adalah orang yang sangat baik, jadi Allah manggil papa lebih cepat supaya dosa papa gak terus bertambah.
trus kenapa akhirnya rany pake kerudung, soalnya ada yang ngasih tau rany kalo dosa rany masih ditanggung sama papa. sekarang papa jauh lebih dekat sama Allah SWT, kalo seandainya rany di dunia masih sama kayak yang dulu, masih banyak bertingkah laku yang gak baik. papa mungkin bakal disiksa disana dan rany gak punya kesempatan untuk ketemu dan kumpul lagi disana sama papa.
rasanya nyesek banget kalo sekarang inget gak ada lagi papa yang selalu cerewet sama rany, gak ada lagi papa yang selalu nelponin rany kalo sore rany belum pulang, gak ada lagi papa yang ngajak rany jalan, gak ada lagi papa yang selalu setia nemenin rany nyetir dan melek berjam-jam demi jadi navigator rany, gak ada lagi papa yang bisa rany ajak diskusi, gak ada lagi papa yang selalu cerita masa kecilnya yang miskin di desa terpencil di makassar, gak ada lagi yang marah kalo ngeliat rany nangis (rany tau kenapa papa marah, soalnya papa orang yang paling gak pengen ngeliat anaknya sedih :) ), gak ada lagi papa yang gak bisa nawar kalo beli sesuatu, gak ada lagi papa yang selalu ringan tangan buat bantuin orang lain, gak ada lagi papa temen rany berantem, gak ada lagi papa temen rany tidur, gak ada lagi papa guling rany, gak ada lagi papa yang selalu ngelawak garing.
KANGEN!
sumpah deh, kalo ada lagi kata yang bisa ngedeskripsiin lebih dari kata kangen atau rindu!
kangen semua waktu itu. kalo waktu bisa diputar
rany janji rany gak akan pernah nyia-nyiain lagi.
bangga banget rasanya punya seorang ayah seperti beliau
tapi semua udah lewat, mungkin papa gak akan ada lagi disini, didunia.. bersama kami
tapi papa selalu ada di dalam lubuk hati kami, di tempat tersendiri di hati rany
papa, rany bangga dan bersyukur jadi anakmu..
pa insya Allah, Allah bakal bikin kita ketemu dan berkumpul lagi di surgaNYA kelak..
pa semoga hijab ini bisa membawa rany lebih dekat kepada papa dan Allah SWT..
pa semoga amal rany cukup untuk membawa rany berkumpul lagi bersama papa..
rany tau, rany gak bisa lagi ngeliat papa tersenyum. but that's your turn pa to see my smile :)
PAPA! terimakasih sudah jadi ayah yang terbaik buat rany. kalo rany harus hidup lagi, rany gak pengen punya ayah lagi selain papa..
dan semoga anak rany kelak bisa punya ayah yang seperti papa, dan bisa ngerasain kebanggaan yang sama seperti rany punya papa..
doa rany selalu tercurah dan tertuju untukmu papa..
PAPA i love you! tunggu kami di surgaNYA :*
itu yang aku rasa hari ini, gak ngerti kenapa.. gak jelas
tiba-tiba seharian kayak orang bego, linglung
mungkin karena tadi pagi tiba-tiba ngeliat orang yang pake baju tentara kali yaa..
rasa kangen ke papa tiba-tiba dateng dan rasanya rany gak bisa nahan air mata, apalagi kalo inget hari ini tuh hari pertama aku nutup aurat alias pake hijab
gak kerasa udah setaun aja rany pake kerudung, alhamdullilah Ya Allah. terimakasih untuk hidayahmu yang luar biasa, semoga rany selalu bisa istiqamah :)
banyak yang nanya kenapa akhirnya rany bisa pake kerudung dan jawabannya gak akan semudah masang kerudung tiap hari :)
bisa dibilang keinginan buat nutup aurat itu udah ada dari lama, inget deh dulu waktu SMA.. tiap hari jum'at rany pake kerudung. jadi ceritanya kerudung jum'at =))
tapi keinginan buat tetep gaya, pake hotpants, punya rambut panjang lebih besar daripada pake kerudung :)
sampe suatu hari, dimana papa dipanggil Allah SWT kembali ke pangkuanNYA.
hari itu tanggal 30 juni 2012 hari sabtu jam 03.35am di RS Dustira ruang ICU ranjang no. 03, saat semua orang masih berada diperaduannya. saat adzan shubuh di kumandangkan untuk panggilan shalat. Allah SWT manggil papa untuk selama-lamanya
waktu itu cuma bisa nangis sambil mandangin muka papa, masih berharap kalo ini cuma mimpi. dan masih berharap papa masih bisa ngelihat kita berhasil
tapi ternyata itu kenyataan :)
rany cuma bisa nangis ngeliat papa, cuma bisa nangis pas nyium dahi papa yang dingin, cuma bisa nangis kalo rany inget rany masih banyak salah sama papa dan belum sempet bahagiain beliau
rasanya tuh dunia runtuh, rany sempet kok benci sama Allah SWT. tapi banyak yang ngingetin rany kalo rany gitu kasian ke papanya, papa pasti terbebani disana. sementara papa disana udah bahagia, harusnya rany bisa dengan ikhlas ngelepasin papa. karena kalo dipikir-pikir daripada papa sakit-sakitan di dunia, lebih baik papa bahagia dan sehat disana.
rany selalu yakin, papa adalah orang yang sangat baik, jadi Allah manggil papa lebih cepat supaya dosa papa gak terus bertambah.
trus kenapa akhirnya rany pake kerudung, soalnya ada yang ngasih tau rany kalo dosa rany masih ditanggung sama papa. sekarang papa jauh lebih dekat sama Allah SWT, kalo seandainya rany di dunia masih sama kayak yang dulu, masih banyak bertingkah laku yang gak baik. papa mungkin bakal disiksa disana dan rany gak punya kesempatan untuk ketemu dan kumpul lagi disana sama papa.
rasanya nyesek banget kalo sekarang inget gak ada lagi papa yang selalu cerewet sama rany, gak ada lagi papa yang selalu nelponin rany kalo sore rany belum pulang, gak ada lagi papa yang ngajak rany jalan, gak ada lagi papa yang selalu setia nemenin rany nyetir dan melek berjam-jam demi jadi navigator rany, gak ada lagi papa yang bisa rany ajak diskusi, gak ada lagi papa yang selalu cerita masa kecilnya yang miskin di desa terpencil di makassar, gak ada lagi yang marah kalo ngeliat rany nangis (rany tau kenapa papa marah, soalnya papa orang yang paling gak pengen ngeliat anaknya sedih :) ), gak ada lagi papa yang gak bisa nawar kalo beli sesuatu, gak ada lagi papa yang selalu ringan tangan buat bantuin orang lain, gak ada lagi papa temen rany berantem, gak ada lagi papa temen rany tidur, gak ada lagi papa guling rany, gak ada lagi papa yang selalu ngelawak garing.
KANGEN!
sumpah deh, kalo ada lagi kata yang bisa ngedeskripsiin lebih dari kata kangen atau rindu!
kangen semua waktu itu. kalo waktu bisa diputar
rany janji rany gak akan pernah nyia-nyiain lagi.
bangga banget rasanya punya seorang ayah seperti beliau
tapi semua udah lewat, mungkin papa gak akan ada lagi disini, didunia.. bersama kami
tapi papa selalu ada di dalam lubuk hati kami, di tempat tersendiri di hati rany
papa, rany bangga dan bersyukur jadi anakmu..
pa insya Allah, Allah bakal bikin kita ketemu dan berkumpul lagi di surgaNYA kelak..
pa semoga hijab ini bisa membawa rany lebih dekat kepada papa dan Allah SWT..
pa semoga amal rany cukup untuk membawa rany berkumpul lagi bersama papa..
rany tau, rany gak bisa lagi ngeliat papa tersenyum. but that's your turn pa to see my smile :)
PAPA! terimakasih sudah jadi ayah yang terbaik buat rany. kalo rany harus hidup lagi, rany gak pengen punya ayah lagi selain papa..
dan semoga anak rany kelak bisa punya ayah yang seperti papa, dan bisa ngerasain kebanggaan yang sama seperti rany punya papa..
doa rany selalu tercurah dan tertuju untukmu papa..
PAPA i love you! tunggu kami di surgaNYA :*
Langganan:
Komentar (Atom)