Kamis, 23 November 2017

Adam Fabumi Kamaluddin, Our Little Warrior!

Kenapa aku ingin menulis tentang Adam? karena aku sendiri merasa sangat kehilangan Adam Fabumi, si baby selegram yang kemarin (22 November 2017) meninggal dunia dengan tenang. Setelah hampir 7 bulan berjuang melawan Patau Syndrome dan Trisomy 13. Sedih rasanya begitu mendengar kabar kepergian Adam, karena aku adalah salah satu pengikutnya yang aktif mengikuti perkembangan Adam melalui IG, caption-caption sederhana dan lucu yang ditulis oleh orangtuanya bisa membuatku merasa seolah-olah memang Adam lah yang menulis caption tersebut. Si Ketua Geng Komplek dengan salam khasnya, salam kenyot
Adam Fabumi Kamaludin, nama bayi kecil yang dilahirkan pada tanggal 24 April 2017 ini. Sebenarnya Adam sudah didiagnosa terkena Dandy Walker Syndrome semenjak 5 bulan masih di kandungan ibunya. setelah Adam dilahirkan syndrome tersebut lalu berkaitan dengan kasus selanjutnya yaitu Patau Syndrome dan Trisomy 13. Aku sendiri buta pengetahuan tentang penyakit tersebut. Tapi melalui berbagai artikel yang aku baca di internet aku akhirnya tahu apa itu Patau Syndrome dan Trisomy 13.
Dikenal dengan Patau Syndrome. Ketika seorang bayi terbentuk di dalam rahim ibunya, seharusnya ada dua salinan kromosom. Manusia total memiliki 23 pasang kromosom, lalu kenapa namanya Trisomy 13 karena adanya salinan ketiga dari kromosom no 13 yang hadir. Dengan kata lain Adam menderita kelebihan kromosom atau anomali kromosom. Bayi dengan kasus seperti Adam ini sangat spesial karena hanya terjadi dari 1 : 21.000 kelahiran bayi, bahkan yang meriset pun yakin bahwa bayi dengan bawaan seperti ini tingkat kejadiannya lebih tinggi dari data statistik yang ada. Dan juga bayi dengan bawaan seperti ini umumnya akan lahir dalam keadaan meninggal pun ketika bayi tersebut lahir dalam keadaan hidup kemungkinan bertahan tidak akan sampai pada perayaan ulang tahunnya, bahkan menurut penelitian 50% bayi lahir dengan kasus Trisomy 13 hanya dapat bertahan dalam 7 – 12 hari. Seperti yang sudah aku tulis diatas, bayi dengan kasus seperti ini diberi ‘extra’ oleh Allah, Adam memiliki 6 jari di masing-masing kaki dan tangannya. Oh yaa, syndrome ini juga tidak mengenal ras dan etnis tetapi umumnya diderita oleh bayi laki-laki. Dengan kasus seperti ini juga bayi biasanya diiringi dengan sejumlah penyakit seperti contohnya gangguan pada jantung, hydrocephalus, infeksi paru-paru, ginjal membengkak, dll
Yang menjadi poin utama dari tulisanku ini adalah aku banyak belajar dari orangtua Adam dan terutama Adamnya. Aku sangat kagum pada keluarga ini. Orangtua Adam dapat menerima cobaan ini dengan ikhlas dan tidak menyalahkan Allah atas ujian yang menimpa mereka. Adam yang didiagnosa oleh dokter terkena Dandy Walker Syndrome semenjak di kandungan ibunya tetapi orang tuanya tetap mempertahankannya mati-matian. Mereka percaya bahwa ada kekuatan yang akan memberikan keajaiban untuk kesembuhan Adam. Padahal pihak dokter sudah memberi tahu bahwa kemungkinan Adam dapat hidup dalam jangka panjang sangat kecil. Dari sini aku belajar ketegaran, semangat pantang menyerah, keikhlasan menerima dan menjalani takdir. Aku sangat terinspirasi dari keluarga ini. Orangtua Adam berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk Adam dan Adam pun berjuang mati-matian untuk dapat hidup panjang, dan itu terbukti hingga perjuangan Adam terhenti di usianya yang hampir menginjak 7 bulan
Sedih? Yaa aku sangat sedih, apalagi sehari sebelumnya aku baru saja menonton video klip dari lagu Ran – Melawan Dunia yang menampilkan kisah dari Adam dan Orang tuanya. Video klipnya benar-benar menyentuh dan membuat aku ikut larut sampai air mata dengan deras menetes apalagi saat melihat orangtua Adam mengisahkan perjuangan mereka mengurus buah hati dengan kasus ini


Untukmu Adam Fabumi Kamaluddin, Our Little Warrior..
Secepat itu kamu pergi dam, onty rasanya masih gak percaya. Gak ada lagi ketua geng komplek dengan salam kenyotnya
Onty mungkin hanya mengenalmu lewat postingan keseharianmu di IG, tapi onty merasa sangat dekat dengan Adam. Dari postingan tersebut onty tahu perkembangan Adam, onty tahu bahwa Adam adalah anak yang super duper kuat karena sanggup bertahan hingga hampir 7 bulan, kadang onty pun ingin menangis melihat banyaknya peralatan medis yang terpasang di tubuhmu, membayangkan anak sekecil itu harus bertahan hidup dengan bantuan peralatan medis.
perjuanganmu mungkin terhenti saat ini, tapi onty tahu Allah lebih sayang dengan Adam. Allah ingin Adam bermain dan berlarian dengan lincah disana tanpa terganggu oleh sonde dan peralatan medis lainya. Terimakasih sudah menginspirasi onty melalui kisahmu yaa dam. Terimakasih karena kehadiranmu yang begitu singkat di dunia ini mengajarkan onty banyak hal. Mengingatkan onty untuk selalu bersyukur dengan apa yang onty punya. Istirahat yang tenang disana, kamu adalah ladang surga orangtuamu. Onty salut dengan perjuangan Adam dan Orangtua Adam
sekarang sudah gak sakit lagi kan dam? Jangan lupa untuk daftar di komplek sana yaa dam, bermainlah dengan riang disana. Pasti Adam sekarang sudah ketemu dengan teman-teman Adam yang sudah mendahului Adam. Kalau ada pemilihan ketua geng komplek disana jangan lupa ikutan juga yaa dam
till we meet again Adam sayang. kiss, hugs and bunch of love dari onty!


Selasa, 21 November 2017

Mengapa Saya Harus Menulis?

MENGAPA SAYA HARUS MENULIS?
Pertanyaan itu begitu singkat tapi bisa muncul beragam alasan. Setiap orang mempunyai alasan tersendiri mengapa harus menulis, untuk saya sendiri menulis merupakan sebuah hobi untuk saya, ingat ketika dulu saya pertama kali menulis sebuah cerpen dan tanpa sengaja cerpen sederhana saya dibaca oleh ayah saya. Beliau melihat bahwa saya mempunyai suatu potensi untuk menjadi seorang penulis, beliau terus memberikan berbagai macam supportagar saya terus mengembangkan bakat saya tersebut. Masalahnya menulis bukan suatu hal yang mudah mengingat saya termasuk orang yang moody dan ide kadang muncul disaat yang tidak menentu ketika itu juga saya kadang sulit menerjemahkan apa yang ada di otak saya menjadi sebuah tulisan. Otak kadang terlalu penuh dengan segala macam pikiran yang akhirnya membuat saya tidak dapat membuahkan tulisan apapun
Tetapi saya merasa dengan tulisan saya dapat mengungkapkan apa yang tidak bisa saya ungkapkan dengan mudah dengan lisan. Lewat tulisan orang akan lebih mudah memahami apa yang sebenarnya saya pikirkan dan dengan tulisan pun kita bisa membuat orang lebih mengenal kita. Pun dengan tulisan saya dapat berbagi, mengekspresikan apa yang ada dalam hati dan pikiranku. Walau terkadang sulit tapi setidaknya saya berusaha untuk terus menulis, salah satunya adalah dengan menulis buku diary. Yaa dari dulu buku diary adalah salah satu tempat curhatanku ketika saya merasa tidak ada satu orang pun yang dapat mengerti saya. Saya bebas menulis apapun yang saya inginkan walau tidak ada yang dapat membacanya. Dan ketika buku diary tersebut hampir using karena sudah penuh dan saya taruh di sudut paling rahasia kamar saya tapi saya merasa bahwa ada bagian dari kejadian yang saya alami tersimpan rapi disana. Dan proses dari menulis pun terus terasah dengan hanya menulis diary sehingga ketika saya membaca kembali buku diary tersebut saya jadi mempunyai ide untuk menulis lagi

Saya sendiri berharap dengan menulis saya bisa memberikan suatu pengalaman menarik atau sebuah pendapat atas sesuatu terhadap pembacanya. Dan dengan menulis saya berharap saya dapat memberikan sesuatu yang positif untuk pembaca karena dengan melalui tulisan kita dapat memberikan motivasi atau memberikan edukasi terhadap pembaca

Selasa, 03 Juni 2014

A Half Day Craziness with You Guys!

it's been a long long time ago since i wrote in here (lebay.com! =)) )so lets start about my craziness last night :)
awalnya tuh lagi galau terus berapa hari ini (gak usah cerita lah yaa penyebab galaunya), terus males-malesan deh di rumah seharian. harusnya waktu off hari senin itu bisa gue buat untuk sesuatu yang produktif kayak yang udah-udah
tapi emang ya kenyataan itu selalu beda dengan wacana (itu versi gue, apa versi lo? =)) )
akhirnya dateng ke kampus itu baru jam 1, tujuan pertama adalah ke perpus ketemu abah laskar yang sekarang ganti tongkrongan jadi disana gara-gara ngerjain bab 2nya.
disana hampir sejam ngobrol ngalor-ngidul sama abah, bercanda (thanks abah, you've made my day!), dinasehatin abah segala macem dan akhirnya pisah sama abah setelah shalat dzuhur di mesjid.
setelah itu ke lantai 6 ketemu dengan kak rika, nah disana masih ngerumpi lah gue dengan doi yang padahal itu udah jam 4 dan gue harus bimbingan sama pak warta di jam yang sama (dasar emang kebiasaan manusia last minute gak bisa berubah -_-)
tiba-tiba kak rika ngajakkin gue buat ke jakarta hari itu juga buat nganter cha-cha balik kerumah, berhubung mobil pak erry muat untuk 5 orang. finally, setelah selesai bimbingan, gue langsung nyamperin kak rika ke chevko nunggu cha-cha dan pak erry yang pulang dari mana gitu. gue lupa :p
daaaaaaaaaaaaannnn.. voilla.. entah gue pasrah, entah saking galaunya, entah saking excitednya pengen gila..
akhirnya masuklah gue ke rombongan pengantar cha-cha naik haji itu =))..
jam 7 malem kita baru keluar bandung, di mobil gila-gilaan. secara isi penghuni mobil itu kak rika, kak jocky, cha-cha, pak erry dan gue. abis lah pak erry kita bully (ampun pak)
sampe rumah cha-cha itu baru jam 11 malem gara-gara salah jalan, macet, dan segala macem keruwetan Djekardah itu haha
disana kita disuguhin macem-macem makanan sama nyokapnya cha-cha, udah gitu jam 12 malem kita balik lagi ke bandung dan yang nyetir itu gue!.. padahal besoknya jam 8 gue udah harus ngantor.
sampe bandung lagi jam 2, dan gue nginep dikostan ayu.
well, gue ngerasa waktu yang sebentar itu bener-bener bisa bikin gue have fun, lepas dan ngelupain semua pikiran yang ada di otak gue.
gue pengen ngucapin Thanks banget buat pak erry, cha-cha, kak jocky and my special one with special thanks.. Kak Rika!
kapan lagi coba gue bisa gila, bolak-balik jakarta dalam waktu cuma 7 jam dan besoknya langsung gawe, that was unexpected, i love that way =))
eh hampir lupa, makasih juga buat adikku tersayang Ayu, yang udah mau nyediain kostannya dan mau gue gangguin jam 2.30 pagi.
makasih banyak kalian udah bener-bener care sama gue, bener-bener merhatiin dan ngebully gue yang lagi galau, thanks for made my day.. YOU'RE ROCKS GUYS! i love y'll

Jumat, 05 Juli 2013

3 Years Later and "It's Beginning"


finally back home..
setelah capek berkutat dengan tugas-tugas kuliah dan PKL yang melelahkan, akhirnya hangatnya kasurku yang menurutku empuk bisa aku rasakan juga.

"bullshittt"
suaraku tercekat mengingat pertemuan yang tidak sengaja dan tidak pernah aku inginkan.

hari ini aku tidak sengaja bertemu dengan dia..
dia..
dia Han Yong Hwa..

orang yang selama 3 tahun terakhir ini jadi obsesi dan berusaha mati-matian aku hapus dari memori ingatanku.

ingatanku tiba-tiba melayang pada kejadian saat pertama aku bertemu Yong Hwa 3 tahun lalu.


1st Days on Winter Camp di Lembang.

" hiii thank you for the picture" kataku sembari sedikit membungkuk dan tersenyum semanis mungkin padanya tapi Yong Hwa hanya berlalu tanpa sepatah katapun apalagi senyum.

"ok cowok sombong, siapa juga yang mau kenal dengan lo!!!" sungutku dalam hati.

Yong Hwa berasal dari Korea Selatan, aku bertemu dengannya pada suatu acara yang bisa disebut perkumpulan 2 negara.
yang aku tahu dia staff dan tidak ikut serta dalam kegiatan kelompok.

Yong Hwa terlihat sombong, angkuh, cuek, dingin melebihi seorang Farrel dalam Cinta Fitri atau Edward Cullen si Vampire.

saat itu juga aku benci padanya, rasa benci yang timbul karena jengkel karena ucapan terimakasihku yang aku ucapkan dengan tulus tidak digubris olehnya.

OK!!waktu itu hanya ketidaksengajaan, ceritanya Kak Rino yang membawa kamera karena dia panitia sama sepertiku sibuk mengambil foto, lalu aku yang sedang berjalan dengan Lisa yang juga panitia, langsung berlari ke arah Kak Rino dan sibuk mengambil angle terbaik kami untuk difoto *narsis girls.

saat itu Yong Hwa lewat, Kak Rino lalu meminta Yong Hwa untuk berfoto bersama kami, setelah itu aku mengucapkan terima kasih dengan seluruh harga diri yang aku punya tapi malah menjadi musibah untukku.



2nd Days on Winter Camp.

hari ini hari kedua aku mengikuti acara, kelompokku memilih untuk mengikuti kelas drama korea yang sudah berlangsung tadi malam dan magician yang akan kami ikuti hari ini.
aku datang sendiri ke kelas yang paling ujung dari denah lokasi, aku terlambat karena harus mengambil sesuatu dari kamar.

daaannnn!!!
voilaaaa...
ada apa ini?? cowok menyebalkan yang bernama Yong Hwa ternyata menjadi translator dan helper di kelas yang kelompokku ikuti.
"bagusss" keluhku dalam hati.
terbayang peristiwa kemarin yang membuatku benci ampun-ampunan padanya.
kuikuti acara itu dengan setengah hati.

tapi heyy..
kenapa hanya kelompok kami yang mengikuti kelas ini, padahal harusnya ada 2 atau 3 kelompok lain yang bergabung bersama kami.

karena tempatnya lesehan aku segera memilih duduk di belakang punggung Kak Fian, ketua kelompok kami.
aku malas duduk di sebelah Kak Fian karena Yong Hwa tepat duduk di tempat aku seharusnya duduk, bersebelahan Kak Fian..
aku melihat dia sedang sibuk menyiapkan dua buah karet gelang dan dua buah sedotan, mungkin untuk trik sulap yang akan diajarkan oleh Ji Eun Oppa.

“seru kan??” tanya Kak Fian setengah berbisik.
Aku hanya tersenyum tepatnya tersenyum kecut.

Bagaimana bisa aku menikmati kelas ini kalau di dekatku ada makhluk gaib menyebalkan, rasa kantuk mulai menyergapku, setengah sadar kuikuti kelas ini.

Ji Eun Oppa masih terus mempertunjukkan trik-trik sulapnya di depan kelas.
‘kamu ngantuk ya??” tanya Kak Fian lagi.
“hehe” aku hanya bisa cengar cengir.
“kapan selesai kak?? Masih lama ya??” aku balik bertanya.
“sabar ya, coba liat seru kan sulapnya” Kak Fian mencoba menenangkanku dan aku mengangguk.

Tiba saat kelompok kami mencoba trik trik yang sudah Ji Eun Oppa berikan (sungguh sulap atau magic atau apapun namanya hanya trik-trik, sebenarnya aku tidak terlalu suka karena menurutku hanya bagian membodoh-bodohi orang lain, jelas saja iya!! Aku pernah mempunyai teman yang ahli dalam bidang ini dan dia bilang untuk mempelajari sulap memerlukan biaya yang besar karena peralatannya yang mahal ).

Dua sedotan itu di lilit-lilit satu sama lain lalu dengan ajaib bisa terlepas, Ji Eun Oppa mengajari kami step by step.

“come closer” tiba-tiba Yong Hwa berkata kepadaku.
Dia memintaku untuk duduk disebelahnya karena dia akan mengajariku, tetap aku menjaga jarak dengannya.

Aku melihat caranya memutar sedotan itu, lalu dia memberi aba-aba lagi agar aku makin mendekat
Ji Eun Oppa mengajari 4 anggota kelompokku yang lain sementara Yong Hwa mengajariku dan Kak Fian (huuaaa, bukankah part ini benar-benar menyebalkan, kenapa siiihhh harus Yong Hwa, lagiiii!!!!).
Tapiii, beberapa kali Yong Hwa tersenyum (tersenyum sangat manis dan terlihat ramah, mungkin ini yang sedikit mengubah perspektifku).



Kembali semua kelompok berkumpul di aula, karena malam ini terakhir kami harus menyiapkan sebuah pertunjukkan yang sudah kami ikuti di kelas.

DRAMA vs magician.
“ please god, drama, drama, drama ajjaaaa!!” pintaku dalam hati.

Kelompokku malah memilih magician *damn, whatta the hell!!
Mempelajari teknik sulap memerlukan kecepatan tangan dan kemampuan berakting yang perfect, sementara aku??
Rasanya jauh dari kriteria itu..

“show it to me” Yong Hwa memintaku untuk menunjukkan trik sulap yang sudah diajarkan kepadaku di depannya.
“is it right??” tanyaku setelah menunjukkan kepadanya.
Dia tersenyum sambil mengangkat kedua jempolnya.
“Daebak!”


Pertunjukkannya berjalan lancar, secara pemula mungkin aku bisa dinilai cukup berbakat untuk membawakan trik sulap hati yang ketika di sembunyikan di tanganku berubah menjadi lebih besar. (benar-benar menipu :p).

Aneh!! Saat itu aku melihat Yong Hwa sedikit berubah sikap padaku, dia lebih ramah dan terlihat lebih mudah tersenyum walaupun tetap irit bicara. beberapa kali dia memintaku untuk memainkan trik sulap yang akan aku mainkan, dia ingin memastikan apakah aku sudah mulai lancar memainkannya dan setelah acara itu selesai aku masih sempat meminta foto berdua.
Dia memilih angle berdiri di dekatku dan aku dapat merasakan tangannya ditaruh di pinggang ku hahahaha..

Dan saat larut malam, karena Evan tidur sekamar dengan Yong Hwa, aku membuntutinya.
Aku penasaran ingin melihat seperti apa Yong Hwa ketika terlelap tidur karena menurut Evan, Yong Hwa mengorok keras. (apakah ini benih-benih cinta?? Well see :D)


3rd Days on Winter Camp.

Hari ini adalah hari terakhir Winter Camp, sedikit sedih mungkin karena aku mulai menikmati saat-saat mencuri pandang pada Yong Hwa.
Gayanya yang dingin selalu bisa menyihirku (he is my type?? maybe…)
Saat makan pagi, makan siang dan saat kegiatan yang lain, aku selalu bisa menangkap bayangannya di dekatku padahal sebelumnya sosok itu sangat “invisible”, bahkan aku tidak tahu kalau seorang Yong Hwa itu hadir di camp ini.

Saat makan siang contohnya, dia mendekati setiap meja, lalu kami bertemu pandang, aku tersenyum dan dia balas tersenyum dengan alis yang diangkat.
Lalu saat aku mencari-cari sosoknya yang biasanya duduk di meja staff, ternyata sepertinya dia tahu aku sedang mencari-cari karena dia duduk di kursi panjang depan aula yang berseberangan dengan ruang makan.
(he caught me!! damn :D)
Kalau dihitung-hitung kami sering bertemu pandang, mungkin dia bisa merasakan aku punya perasaaan lain terhadapnya. (entahlah…..)

Acara berlanjut ke sesi foto, dan seperti biasa kami, orang-orang indonesia selalu kalap untuk bisa mengabadikan foto-foto kami dengan orang-orang Korea.
Aku beranikan untuk meminta foto lagi kepada Yong Hwa, foto pertama kami duduk dan kedua aku memintanya berdiri.
Dia meletakkan tangannya di belakang pinggangku dan aku mendekat padanya,
Seorang temannya yang berdiri didepan kami, menggoda Yong Hwa.

Setelah itu aku meminta alamat emailnya, dia menulis di hp ku dan menyuruhku untuk mengiriminya email.

Acara berakhir hari itu, separuh jiwaku tidak pergi seperti saat aku bertemu dengan team korea sebelumnya, tapi sosok Yong Hwa malah berubah drastis dihadapanku dan melekat kuat di hatiku.



Perlahan aku duduk di sisi ranjang, pertemuan itu sudah berlalu hampir tiga tahun yang lalu, kehidupan terus berjalan begitupun hidupku.
Tapi hari ini semua berubah, berawal ketika aku yang sedang terburu-buru menabrak seorang lelaki. Padahal saat itu aku harus kembali ke kampus setelah menyelesaikan tugas PKL ku di hotel yang menjadi tempat praktekku.
Semua barang yang ada di tasku jatuh berantakan, aku sempat mengerutuk sembari mengambil barang-barang yang jatuh dan kertas-kertas berhamburan, lelaki itu ikut membantuku
ketika aku mengangkat muka, lelaki itu berkata “I’m sorry”.
betapa terkejutnya aku, sosok itu Yong Hwa..
“Yong Hwa??” bibirku tiba-tiba kelu dan aku mematung
“Mona??” katanya lirih sama-sama terkejut melihatku
Akkhhh dia ingat aku, DIA INGAT NAMAKU!!!
Aku tidak menyangka..
Ooohhh tuhhhaaannn, Thanx God.

“is it you Yong Hwa??” tanyaku.
“ yes! this me, wow there's a big surprise, don’t you forget me??”tanyanya balik.
Aku tersenyum manis sembari menggeleng (bagaimana bisa aku melupakanmu Yong Hwa jika selama ini kamu yang aku tunggu, sosok impianku, sosok pangeran yang aku tunggu, sosok seperti Edward Cullen yang selalu aku impikan, lebih dari itu kamu obsesiku Yong Hwa..).

Yong Hwa mengajakku untuk berbincang sejenak di coffee shop di lobby hotel, ternyata dia kembali kesini karena ada proyek dari kerjaannya di sini.
Dan entah kebetulan atau sebuah pertanda, dia juga menginap di hotel tempat praktekku.

Rencananya tiga bulan Yong Hwa akan tinggal disini, dan hari ini hampir satu setengah bulan dia ada di Bandung.
Kami sering menghabiskan waktu bersama, malam ini dia berjanji akan memberikan surprise kepadaku.
Kami pergi ke cafe di Dago atas, disana ada live music dan Yong Hwa terlihat tidak seperti biasanya
gelisah dan bicaranya selalu salah.
“what's wrong with you??” tanyaku.
“no, no, no, I’m ok”.
“really??but I think something wrong with you” kataku sembari mengeluarkan jurus flirting yang diajari Kak Vina padaku, cukup ampuh, aku terlihat sedikit naughty di depannya haha..

“Where have you been? why don't you keep your promised to keep contact with me?

"sorry" sahutku pelan dan berusaha mengalihkan pandanganku ke arah lain. bukannya aku tidak mau Oppa, tapi tetap berhubungan denganmu walau di email hanya aku membuatku makin berharap padamu.. pada suatu ketidakpastian dan itu yang sangat aku benci.

Diam, hening…..
Musik jazz yang dibawakan oleh band di café itu tetap mengalun tapi suasana tiba-tiba menjadi hening.
5,6,7 menit…
Kami sama-sama diam seperti patung..
dia berdiri lalu menarik tanganku..
aku seperti terbius mengikuti langkahnya..
dia mengulurkan tangannya dan mengajakku berdansa.

lama kami terdiam dalam kekikukkan masing-masing.
"saranghae...." tiba-tiba dia berbisik lembut di telingaku
"nan neomu saranghamnida" Oppa mencoba menyakinkanku
aku tak bisa menutupi keterkejutanku.
"aku cinta kamu..."katanya lagi dengan bahasa indonesia yang terbata-bata
aku terus menatap matanya.
"don't ever go away...."
"again..." aku hanya bisa berkata seperti itu
dia menggeleng sambil tersenyum manis, senyum yang selalu aku rindukan selama ini bahkan lebih manis dari yang pernah kulihat..

Oppa terus berdansa, merangkul tubuhku dan menggenggam erat tanganku..
tidak ada sepatah katapun yang keluar tapi aku bisa merasakan nafasnya..
dia mencium keningku...

" pasrahkan semua hatimu...
mencintaikuuuu...

ini cinta terakhir...
yang ingin kurajut hanya dengan kamuuu..
walau ini susah..
akan aku tempuh..
semua perjalanan.."

musik berganti menjadi lagu anang-syahrini, cinta terakhir..

"ahhh Oppa, andai kamu tahu arti lagu ini" kataku dalam hati sembari tersenyum padanya..

setelah itu, mungkin inilah awal dari semuanya..
bukan ketika kami bertemu di camp...

...and it's beginning...............

Senin, 01 Juli 2013

1st of july, 1st of my new life

undescrible feelings..
itu yang aku rasa hari ini, gak ngerti kenapa.. gak jelas
tiba-tiba seharian kayak orang bego, linglung

mungkin karena tadi pagi tiba-tiba ngeliat orang yang pake baju tentara kali yaa..
rasa kangen ke papa tiba-tiba dateng dan rasanya rany gak bisa nahan air mata, apalagi kalo inget hari ini tuh hari pertama aku nutup aurat alias pake hijab
gak kerasa udah setaun aja rany pake kerudung, alhamdullilah Ya Allah. terimakasih untuk hidayahmu yang luar biasa, semoga rany selalu bisa istiqamah :)

banyak yang nanya kenapa akhirnya rany bisa pake kerudung dan jawabannya gak akan semudah masang kerudung tiap hari :)
bisa dibilang keinginan buat nutup aurat itu udah ada dari lama, inget deh dulu waktu SMA.. tiap hari jum'at  rany pake kerudung. jadi ceritanya kerudung jum'at =))
tapi keinginan buat tetep gaya, pake hotpants, punya rambut panjang lebih besar daripada pake kerudung :)
sampe suatu hari, dimana papa dipanggil Allah SWT kembali ke pangkuanNYA.
hari itu tanggal 30 juni 2012 hari sabtu jam 03.35am di RS Dustira ruang ICU ranjang no. 03, saat semua orang masih berada diperaduannya. saat adzan shubuh di kumandangkan untuk panggilan shalat. Allah SWT manggil papa untuk selama-lamanya
waktu itu cuma bisa nangis sambil mandangin muka papa, masih berharap kalo ini cuma mimpi. dan masih berharap papa masih bisa ngelihat kita berhasil
tapi ternyata itu kenyataan :)
rany cuma bisa nangis ngeliat papa, cuma bisa nangis pas nyium dahi papa yang dingin, cuma bisa nangis kalo rany inget rany masih banyak salah sama papa dan belum sempet bahagiain beliau

rasanya tuh dunia runtuh, rany sempet kok benci sama Allah SWT. tapi banyak yang ngingetin rany kalo rany gitu kasian ke papanya, papa pasti terbebani disana. sementara papa disana udah bahagia, harusnya rany bisa dengan ikhlas ngelepasin papa. karena kalo dipikir-pikir daripada papa sakit-sakitan di dunia, lebih baik papa bahagia dan sehat disana.
rany selalu yakin, papa adalah orang yang sangat baik, jadi Allah manggil papa lebih cepat supaya dosa papa gak terus bertambah.
trus kenapa akhirnya rany pake kerudung, soalnya ada yang ngasih tau rany kalo dosa rany masih ditanggung sama papa. sekarang papa jauh lebih dekat sama Allah SWT, kalo seandainya rany di dunia masih sama kayak yang dulu, masih banyak bertingkah laku yang gak baik. papa mungkin bakal disiksa disana dan rany gak punya kesempatan untuk ketemu dan kumpul lagi disana sama papa.
rasanya nyesek banget kalo sekarang inget gak ada lagi papa yang selalu cerewet sama rany, gak ada lagi papa yang selalu nelponin rany kalo sore rany belum pulang, gak ada lagi papa yang ngajak rany jalan, gak ada lagi papa yang selalu setia nemenin rany nyetir dan melek berjam-jam demi jadi navigator rany, gak ada lagi papa yang bisa rany ajak diskusi, gak ada lagi papa yang selalu cerita masa kecilnya yang miskin di desa terpencil di makassar, gak ada lagi yang marah kalo ngeliat rany nangis (rany tau kenapa papa marah, soalnya papa orang yang paling gak pengen ngeliat anaknya sedih :) ), gak ada lagi papa yang gak bisa nawar kalo beli sesuatu, gak ada lagi papa yang selalu ringan tangan buat bantuin orang lain, gak ada lagi papa temen rany berantem, gak ada lagi papa temen rany tidur, gak ada lagi papa guling rany, gak ada lagi papa yang selalu ngelawak garing.
KANGEN!
sumpah deh, kalo ada lagi kata yang bisa ngedeskripsiin lebih dari kata kangen atau rindu!
kangen semua waktu itu. kalo waktu bisa diputar
rany janji rany gak akan pernah nyia-nyiain lagi.
bangga banget rasanya punya seorang ayah seperti beliau
tapi semua udah lewat, mungkin papa gak akan ada lagi disini, didunia.. bersama kami
tapi papa selalu ada di dalam lubuk hati kami, di tempat tersendiri di hati rany
papa, rany bangga dan bersyukur jadi anakmu..
pa insya Allah, Allah bakal bikin kita ketemu dan berkumpul lagi di surgaNYA kelak..
pa semoga hijab ini bisa membawa rany lebih dekat kepada papa dan Allah SWT..
pa semoga amal rany cukup untuk membawa rany berkumpul lagi bersama papa..
rany tau, rany gak bisa lagi ngeliat papa tersenyum. but that's your turn pa to see my smile :)
PAPA! terimakasih sudah jadi ayah yang terbaik buat rany. kalo rany harus hidup lagi, rany gak pengen punya ayah lagi selain papa..
dan semoga anak rany kelak bisa punya ayah yang seperti papa, dan bisa ngerasain kebanggaan yang sama seperti rany punya papa..
doa rany selalu tercurah dan tertuju untukmu papa..
PAPA i love you! tunggu kami di surgaNYA :*

Rabu, 12 Desember 2012

Personal Manager in FB

12-12-2012
hari ini tanggalnya bagus banget yaaa..
tapi gak ada apa-apa kok yang terjadi di hidup rany *ceileh :p

rany pengen cerita deh, ini waktu rany incharge di FB, tepatnya week 14
that was sooo amazing week, really grateful god has given me an experiences, intinya disini.. I take challenge!
tantangannya mungkin buat sebagian orang ini mudah dan gampang (gmpang sih sebenernya :p)
seminggu itu (lebih tepatnya 3 hari) hari incharge as a Personal Manager in FB, kerjanya hampir bisa dibilang mirip-mirip HRM kalo di Room tapi bedanya PM disana itu ngitung sitting capacity, absenin anak-anak, bagi schedule buat SPV dan yang berat menurut rany itu waktu incharge as a hostess alias pas nentuin sittingnya

rany harus bisa ngebagi-bagi sitting anak-anak dari prodi lain dan ngebagi mereka menurut level mereka masing-masing juga, jadi mereka bisa saling ngobrol dan kenal
yang bikin deg-degan itu waktu harus ngeliat layout trus nentuin mereka duduk dimana dan sama siap, secara rany ini orang yang gugup kalo harus ngomong di depan umum

Senin, 26 November 2012

My Man that I Called PAPA

tulisan ini sebenernya pernah di tulis sama adek aku, dinda
di sini aku cuma copy-paste aja, karena jujur kalau aku nulis lagi dari awal papa sakit sampe papa pergi, gak pernah sanggup rasanya air mata buat aku bendung
kehilangan sosok seorang papa yang sehebat itu rasanya dunia gelap, runtuh, rasanya semuanya selesai saat itu juga, tau rasanya hidup tapi gak hidup? bahasanya gampangnya, rasanya hidup tapi kayak mayat. gak ada semangat hidup
kayak hal kecil ini, semarah-marahnya rany, sekesel-keselnya rany sama orang. untuk urusan makan rany gak pernah lupa, tapi begitu papa pergi, kalau gak disuapin makan kayaknya gak ada niat buat makan, gak ada niat buat ngapa-ngapain.
diotak ini cuma kepikiran rany cuma pengen cepet-cepet nyusul papa

baru rany sadar sekarang sebesar apa arti papa buat hidup rany :(

ini copy paste dari blog dinda : https://www.google.co.id/reader/view/feed/http%3A%2F%2Fdindaaprilianty.blogspot.com%2Ffeeds%2Fposts%2Fdefault?hl=en

4 bulan lalu.....masih inget banget hari pertama papa masuk rumah sakit dustira, waktu itu jam 11 tiba-tiba ditelepon mama disuruh nyusul ke rumkit, mama nelpon sambil nangis. disitu dnda cuma bisa panik dan langsung siap2 buat ke rumkit. nyampe sana ternyata papa di icu dengan kondisi yang agak parah. mama sama ayuk rany nangis, semua keluarga nenangin mama. kita semua doa buat papa. sampe malem kondisi papa tetep sama, kita gantian masuk icu buat nemenin sama bacain papa doa disamping apa. 

hari kedua, kondisi papa agak membaik, kesadaran papa yang tadinya sopor jadi somnolent. mata papa udah kebuka dikit, jari papa udah bisa gerak dikit. papa ngeluarin airmata begitu ngeliat kita ada disampingnya. tiap hari ada orang yang dateng buat ngejenguk, tapi ga semuanya dibolehin masuk buat liat papa. hari ketiga, hari keempat pun sama..

hari kelima, pagi-pagi mama ditelpon dari icu disuruh nemuin dokter yang nanganin papa. mama terlalu takut buat tau hasil pemeriksaan papa, akhirnya kakak mama yang sesama dokter yang ngobrol langsung dengan dokter spesialisnya. ternyata kabar baik yg diterima, keadaan papa membaik. saat itu kita seneng, kita langsung nemuin papa di icu, kita liat matanya kebuka, kita pegang tangannya, dan tangan kita digenggam erat sama papa, seolah-olah papa minta kita buat tetap disampingnya. saat itu kita bilang kalo kita selalu disamping papa, kita bakal jagain papa begitu papa sembuh, kita bakal jalan-jalan lagi sama papa, kita bakal nurut semua omongan papa.

menjelang sore, entah penyebabnya apa, dokter ngasih kabar kalo papa demam. saat itu kita langsung ngompres papa, kita ga berhenti buat terus mantau papa. malemnya adik pertama papa dateng dari batam, disitu kondisi papa  masih belum stabil, demamnya makin tinggi. makin larut, adik ketiga papa dateng dari makassar bareng sama uwa papa, mereka ikut ngompres papa dan ngedoain papa. kita (mama, dnda, ayuk rany) cuma bisa diem di kamar karena ga berani liat kondisi papa. tengah malem, adik kedua papa yang lagi berlayar di luar negri dateng langsung saat kapalnya lagi di amerika latin, dia pun melakukan hal yang sama, berdiri disamping papa dan terus membacakan doa.

jam 2 pagi dnda bangun untuk tahajud, sebelum itu dnda pergi ke icu buat ngeliat kondisi papa. disana dnda ngeliat semua adik2 papa ada di samping papa buat ngompres dan baca doa. saat itu suhu badan papa sekitar 40 derajat celsius lebih, jauh diatas suhu normal. saat itu dnda  dnda balik ke kamar dan langsung tahajud, begitupun dengan mama yang jarang banget tidur sejak papa dirawat. mama jarang banget dateng ke icu buat liat kondisi papa, mama selalu lemes dan gabisa jalan tiap diajak ke icu. jam 3 pagi lewat 10 saat kita lagi doa, tiba2 suara langkah cepat kedengeran di lorong rumkit, sodara2 mama dateng dengan airmata yang udah berjatuhan, mereka langsung meluk mama, dnda, sama ayuk rany dan cuma berkata "sabar"

hanya dengan 1 kata itu kita udah bisa nebak apa yang terjadi. kita bertiga saling pelukan dan nangis, kita dituntun ngeliat papa untuk yg terakhir kalinya. jujur, gakuat banget saat liat muka papa yang sebenernya ga keliatan sakit, keliatan segar bugar dan tersenyum. saat itu pun mama berusaha kuat walaupun sebenernya mama yang paling shock. 

hari itu, 30 juni 2012, hari terberat yang kita lalui. terakhir kalinya kita liat papa, kita peluk papa, kita cium papa.sejak saat itu, ada sedikit rasa trauma buat dateng ke rumkit itu. airmata selalu mengalir saat lewat icu dan setiap lorong rumah sakit. selalu muncul kenangan saat nganter papa check up maupun saat papa dirawat. 

setiap sudut rumah, tiap tempat yang didatengin, tiap kegiatan yang dilalui selalu ngingetin tentang papa, apapun itu.dnda kangen omelan papa, panggilan "ileufvang", dnda juga kangen nyetirin papa yang cerewet, kangen jalan-jalan sama papa yang ga sabaran, kangen dianter papa, kangen ditelponin papa kalo pulang malem, kangen dibanggain papa, kangen ketawa papa, kangen pelukan papa, dnda juga kangen tidur sama papa, kangen tidur berlima di 1 kamar, kangen nonton bola bareng, ngisi tts bareng, dnda kangen sifat papa yg suka nolong orang tanpa liat sikon papa saat itu, I MISS EVERYTHING ABOUT YOU....

pa, kita tau papa udah tenang disana. kita tau papa udah ngumpul sama akas, sama wa dadang, sama ibu papa, sama orang-orang yang lebih dulu ngedahuluin papa. kita tau papa disana udah bahagia, papa punya tempat yang terbaik. papa udah disamping Allah.

kita selalu doain papa, kita selalu kangen papa. maaf ya, pa, kalo airmata kita malah bikin papa sedih disana, kita gatau gimana lagi kita nunjukin rasa kangen kita sama papa. airmata ini salah satu bukti kalo kita kangen papa dan kita sayang papa.

WE'RE JUST MISS YOU, EVERYDAY, EVERYMINUTE, EVERYTIME....


liat paa. begitu banyak orang yang merindukan papa, gak cuma mama, dan anak-anak papa ini
tapi semua orang yang papa kenal, kangen sama papa
bahkan anggota papa, waktu mama nelp pake no papa. dia sampe minta ke mama supaya jangan ngehubungin dia pake no itu :(
makasi banyak yaa pa udah ngajarin semua hal yang sangat berguna untuk hidup rany nanti, insya Allah ajaran papa akan selalu rany ingat dan rany amalkan
mungkin cuma sebentar waktu yang Allah SWT kasih ke rany buat kenal papa, papa itu papa yang terhebat, rany bangga punya seorang ayah seperti papa dan rany bangga menyandang nama papa di belakang nama papa.
papa insya Allah nanti kita ketemu lagi disana yaa pa..
rany masih pengen berbakti sama papa



hugs and kisses..
sincerely,






Rany
your daughter who always loved you!