finally back home..
setelah capek berkutat dengan tugas-tugas
kuliah dan PKL yang melelahkan, akhirnya hangatnya kasurku yang menurutku
empuk bisa aku rasakan juga.
"bullshittt"
suaraku tercekat mengingat pertemuan yang tidak sengaja dan tidak pernah aku inginkan.
hari ini aku tidak sengaja bertemu dengan dia..
dia..
dia Han Yong Hwa..
orang yang selama 3 tahun terakhir ini jadi obsesi dan berusaha mati-matian aku hapus dari memori ingatanku.
ingatanku tiba-tiba melayang pada kejadian saat pertama aku bertemu Yong Hwa 3 tahun lalu.
1st Days on Winter Camp di Lembang.
" hiii thank you for the picture" kataku sembari sedikit membungkuk dan tersenyum semanis mungkin padanya tapi Yong Hwa hanya berlalu tanpa sepatah katapun apalagi senyum.
"ok cowok sombong, siapa juga yang mau kenal dengan lo!!!" sungutku dalam hati.
Yong Hwa berasal dari Korea Selatan, aku bertemu dengannya pada suatu acara yang bisa disebut perkumpulan 2 negara.
yang aku tahu dia staff dan tidak ikut serta dalam kegiatan kelompok.
Yong Hwa terlihat sombong, angkuh, cuek, dingin melebihi seorang Farrel dalam Cinta Fitri atau Edward Cullen si Vampire.
saat
itu juga aku benci padanya, rasa benci yang timbul karena jengkel
karena ucapan terimakasihku yang aku ucapkan dengan tulus tidak digubris
olehnya.
OK!!waktu itu hanya ketidaksengajaan, ceritanya Kak Rino yang membawa kamera karena dia panitia sama sepertiku sibuk
mengambil foto, lalu aku yang sedang berjalan dengan Lisa yang juga
panitia, langsung berlari ke arah Kak Rino dan sibuk mengambil angle
terbaik kami untuk difoto *narsis girls.
saat itu Yong Hwa lewat, Kak Rino lalu meminta Yong Hwa untuk berfoto bersama kami,
setelah itu aku mengucapkan terima kasih dengan seluruh harga diri yang
aku punya tapi malah menjadi musibah untukku.
2nd Days on Winter Camp.
hari
ini hari kedua aku mengikuti acara, kelompokku memilih untuk mengikuti
kelas drama korea yang sudah berlangsung tadi malam dan magician yang
akan kami ikuti hari ini.
aku datang sendiri ke kelas yang paling ujung dari denah lokasi, aku terlambat karena harus mengambil sesuatu dari kamar.
daaannnn!!!
voilaaaa...
ada apa ini?? cowok menyebalkan yang bernama Yong Hwa ternyata menjadi translator dan helper di kelas yang kelompokku ikuti.
"bagusss" keluhku dalam hati.
terbayang peristiwa kemarin yang membuatku benci ampun-ampunan padanya.
kuikuti acara itu dengan setengah hati.
tapi heyy..
kenapa hanya kelompok kami yang mengikuti kelas ini, padahal harusnya ada 2 atau 3 kelompok lain yang bergabung bersama kami.
karena tempatnya lesehan aku segera memilih duduk di belakang punggung Kak Fian, ketua kelompok kami.
aku malas duduk di sebelah Kak Fian karena Yong Hwa tepat duduk di tempat aku seharusnya duduk, bersebelahan Kak Fian..
aku
melihat dia sedang sibuk menyiapkan dua buah karet gelang dan dua buah
sedotan, mungkin untuk trik sulap yang akan diajarkan oleh Ji Eun Oppa.
“seru kan??” tanya Kak Fian setengah berbisik.
Aku hanya tersenyum tepatnya tersenyum kecut.
Bagaimana
bisa aku menikmati kelas ini kalau di dekatku ada makhluk gaib
menyebalkan, rasa kantuk mulai menyergapku, setengah sadar kuikuti kelas
ini.
Ji Eun Oppa masih terus mempertunjukkan trik-trik sulapnya di depan kelas.
‘kamu ngantuk ya??” tanya Kak Fian lagi.
“hehe” aku hanya bisa cengar cengir.
“kapan selesai kak?? Masih lama ya??” aku balik bertanya.
“sabar ya, coba liat seru kan sulapnya” Kak Fian mencoba menenangkanku dan aku mengangguk.
Tiba
saat kelompok kami mencoba trik trik yang sudah Ji Eun Oppa berikan
(sungguh sulap atau magic atau apapun namanya hanya trik-trik,
sebenarnya aku tidak terlalu suka karena menurutku hanya bagian
membodoh-bodohi orang lain, jelas saja iya!! Aku pernah mempunyai teman
yang ahli dalam bidang ini dan dia bilang untuk mempelajari sulap
memerlukan biaya yang besar karena peralatannya yang mahal ).
Dua sedotan itu di lilit-lilit satu sama lain lalu dengan ajaib bisa terlepas, Ji Eun Oppa mengajari kami step by step.
“come closer” tiba-tiba Yong Hwa berkata kepadaku.
Dia memintaku untuk duduk disebelahnya karena dia akan mengajariku, tetap aku menjaga jarak dengannya.
Aku melihat caranya memutar sedotan itu, lalu dia memberi aba-aba lagi agar aku makin mendekat
Ji Eun Oppa mengajari 4 anggota kelompokku yang lain sementara Yong Hwa
mengajariku dan Kak Fian (huuaaa, bukankah part ini benar-benar
menyebalkan, kenapa siiihhh harus Yong Hwa, lagiiii!!!!).
Tapiii,
beberapa kali Yong Hwa tersenyum (tersenyum sangat manis dan terlihat
ramah, mungkin ini yang sedikit mengubah perspektifku).
Kembali
semua kelompok berkumpul di aula, karena malam ini terakhir kami harus
menyiapkan sebuah pertunjukkan yang sudah kami ikuti di kelas.
DRAMA vs magician.
“ please god, drama, drama, drama ajjaaaa!!” pintaku dalam hati.
Kelompokku malah memilih magician *damn, whatta the hell!!
Mempelajari teknik sulap memerlukan kecepatan tangan dan kemampuan berakting yang perfect, sementara aku??
Rasanya jauh dari kriteria itu..
“show it to me” Yong Hwa memintaku untuk menunjukkan trik sulap yang sudah diajarkan kepadaku di depannya.
“is it right??” tanyaku setelah menunjukkan kepadanya.
Dia tersenyum sambil mengangkat kedua jempolnya.
“Daebak!”
Pertunjukkannya
berjalan lancar, secara pemula mungkin aku bisa dinilai cukup berbakat
untuk membawakan trik sulap hati yang ketika di sembunyikan di tanganku
berubah menjadi lebih besar. (benar-benar menipu :p).
Aneh!!
Saat itu aku melihat Yong Hwa sedikit berubah sikap padaku, dia lebih
ramah dan terlihat lebih mudah tersenyum walaupun tetap irit bicara.
beberapa kali dia memintaku untuk memainkan trik sulap yang akan aku mainkan, dia ingin memastikan apakah aku sudah mulai
lancar memainkannya dan setelah acara itu selesai aku masih sempat
meminta foto berdua.
Dia memilih angle berdiri di dekatku dan aku dapat merasakan tangannya ditaruh di pinggang ku hahahaha..
Dan saat larut malam, karena Evan tidur sekamar dengan Yong Hwa, aku membuntutinya.
Aku
penasaran ingin melihat seperti apa Yong Hwa ketika terlelap tidur
karena menurut Evan, Yong Hwa mengorok keras. (apakah ini benih-benih
cinta?? Well see :D)
3rd Days on Winter Camp.
Hari
ini adalah hari terakhir Winter Camp, sedikit sedih mungkin karena aku
mulai menikmati saat-saat mencuri pandang pada Yong Hwa.
Gayanya yang dingin selalu bisa menyihirku (he is my type?? maybe…)
Saat
makan pagi, makan siang dan saat kegiatan yang lain, aku selalu bisa
menangkap bayangannya di dekatku padahal sebelumnya sosok itu sangat
“invisible”, bahkan aku tidak tahu kalau seorang Yong Hwa itu hadir di
camp ini.
Saat makan siang contohnya, dia mendekati setiap
meja, lalu kami bertemu pandang, aku tersenyum dan dia balas tersenyum
dengan alis yang diangkat.
Lalu saat aku mencari-cari sosoknya yang
biasanya duduk di meja staff, ternyata sepertinya dia tahu aku sedang
mencari-cari karena dia duduk di kursi panjang depan aula yang
berseberangan dengan ruang makan.
(he caught me!! damn :D)
Kalau dihitung-hitung kami sering bertemu pandang, mungkin dia bisa merasakan aku punya perasaaan lain terhadapnya. (entahlah…..)
Acara
berlanjut ke sesi foto, dan seperti biasa kami, orang-orang indonesia
selalu kalap untuk bisa mengabadikan foto-foto kami dengan orang-orang Korea.
Aku beranikan untuk meminta foto lagi kepada Yong Hwa, foto pertama kami duduk dan kedua aku memintanya berdiri.
Dia meletakkan tangannya di belakang pinggangku dan aku mendekat padanya,
Seorang temannya yang berdiri didepan kami, menggoda Yong Hwa.
Setelah itu aku meminta alamat emailnya, dia menulis di hp ku dan menyuruhku untuk mengiriminya email.
Acara
berakhir hari itu, separuh jiwaku tidak pergi seperti saat aku bertemu
dengan team korea sebelumnya, tapi sosok Yong Hwa malah berubah drastis
dihadapanku dan melekat kuat di hatiku.
Perlahan
aku duduk di sisi ranjang, pertemuan itu sudah berlalu hampir tiga
tahun yang lalu, kehidupan terus berjalan begitupun hidupku.
Tapi
hari ini semua berubah, berawal ketika aku yang sedang terburu-buru
menabrak seorang lelaki. Padahal saat itu aku harus kembali ke kampus
setelah menyelesaikan tugas PKL ku di hotel yang menjadi tempat
praktekku.
Semua barang yang ada di tasku jatuh berantakan, aku
sempat mengerutuk sembari mengambil barang-barang yang jatuh dan
kertas-kertas berhamburan, lelaki itu ikut membantuku
ketika aku mengangkat muka, lelaki itu berkata “I’m sorry”.
betapa terkejutnya aku, sosok itu Yong Hwa..
“Yong Hwa??” bibirku tiba-tiba kelu dan aku mematung
“Mona??” katanya lirih sama-sama terkejut melihatku
Akkhhh dia ingat aku, DIA INGAT NAMAKU!!!
Aku tidak menyangka..
Ooohhh tuhhhaaannn, Thanx God.
“is it you Yong Hwa??” tanyaku.
“ yes! this me, wow there's a big surprise, don’t you forget me??”tanyanya balik.
Aku
tersenyum manis sembari menggeleng (bagaimana bisa aku melupakanmu Yong Hwa jika selama ini kamu yang aku tunggu, sosok impianku, sosok
pangeran yang aku tunggu, sosok seperti Edward Cullen yang selalu aku
impikan, lebih dari itu kamu obsesiku Yong Hwa..).
Yong Hwa
mengajakku untuk berbincang sejenak di coffee shop di lobby hotel,
ternyata dia kembali kesini karena ada proyek dari kerjaannya di sini.
Dan entah kebetulan atau sebuah pertanda, dia juga menginap di hotel tempat praktekku.
Rencananya tiga bulan Yong Hwa akan tinggal disini, dan hari ini hampir satu setengah bulan dia ada di Bandung.
Kami sering menghabiskan waktu bersama, malam ini dia berjanji akan memberikan surprise kepadaku.
Kami pergi ke cafe di Dago atas, disana ada live music dan Yong Hwa terlihat tidak seperti biasanya
gelisah dan bicaranya selalu salah.
“what's wrong with you??” tanyaku.
“no, no, no, I’m ok”.
“really??but
I think something wrong with you” kataku sembari mengeluarkan jurus
flirting yang diajari Kak Vina padaku, cukup ampuh, aku terlihat sedikit
naughty di depannya haha..
“Where have you been? why don't you keep your promised to keep contact with me?
"sorry" sahutku pelan dan berusaha mengalihkan pandanganku ke arah lain. bukannya aku tidak mau Oppa, tapi tetap berhubungan denganmu walau di email hanya aku membuatku makin berharap padamu.. pada suatu ketidakpastian dan itu yang sangat aku benci.
Diam, hening…..
Musik jazz yang dibawakan oleh band di café itu tetap mengalun tapi suasana tiba-tiba menjadi hening.
5,6,7 menit…
Kami sama-sama diam seperti patung..
dia berdiri lalu menarik tanganku..
aku seperti terbius mengikuti langkahnya..
dia mengulurkan tangannya dan mengajakku berdansa.
lama kami terdiam dalam kekikukkan masing-masing.
"saranghae...." tiba-tiba dia berbisik lembut di telingaku
"nan neomu saranghamnida" Oppa mencoba menyakinkanku
aku tak bisa menutupi keterkejutanku.
"aku cinta kamu..."katanya lagi dengan bahasa indonesia yang terbata-bata
aku terus menatap matanya.
"don't ever go away...."
"again..." aku hanya bisa berkata seperti itu
dia menggeleng sambil tersenyum manis, senyum yang selalu aku rindukan selama ini bahkan lebih manis dari yang pernah kulihat..
Oppa terus berdansa, merangkul tubuhku dan menggenggam erat tanganku..
tidak ada sepatah katapun yang keluar tapi aku bisa merasakan nafasnya..
dia mencium keningku...
" pasrahkan semua hatimu...
mencintaikuuuu...
ini cinta terakhir...
yang ingin kurajut hanya dengan kamuuu..
walau ini susah..
akan aku tempuh..
semua perjalanan.."
musik berganti menjadi lagu anang-syahrini, cinta terakhir..
"ahhh Oppa, andai kamu tahu arti lagu ini" kataku dalam hati sembari tersenyum padanya..
setelah itu, mungkin inilah awal dari semuanya..
bukan ketika kami bertemu di camp...
...and it's beginning...............